Selasa, 13 September 2011

                                                                    u S aha
                                                                    ter U s
                                                                  mes K ipun
                                                                   situa S i
                                                                            s E makin
                                                                                S ulit 

Senin, 12 September 2011

"BEKERJASAMALAH KALIAN DALAM HAL YANG DISEPAKATI DAN BERTOLERANSILAH KALIAN DALAM HAL YANG TIDAK DISEPAKATI"



Menurut Anda, apakah makna yang terdapat pada kalimat diatas dan adakah contoh nyata dalam kehidupan kita mengenai kalimat tersebut?

Berikan komentar anda sesuai pendapat anda tanpa melecehkan atau terdapat kalimat provokasi.

Minggu, 11 September 2011

SADARKAH KITA
BAHWA SEBENARNYA.............?
       Saya akan menceritakan apa yang sesungguhnya telah, sedang dan akan terjadi yang secara teknis sangat mudah diabaikan, tetapi secara moril itu sangat membahayakan. hala akan saya ceritakan atau sekedar mengingatkan ini adalah sangat dekat dengan kita. saya akan membahas tentang AKHLAK. Pembahasan ini bukan untuk menyombongkan diri terlebih mengaku sudah berakhlak, melainkan agar dapat membantu saudara terdekat kita agar dapat terselamatkan, insya Allah selamat dunia akhirat.
       Hal yang ingin saya bagikan disini adalah bagaimana peran pendidikan formal (TK,SD,SMP,SMA maupun Perguruan Tinggi) bagaimana kondisi di lapangan yang sesungguhnya sangat jauh yang diharapkan. Bisa dikatakan teramat sangat jauh, karena dunia pendidikan di Indonesia hanya mengedepankan ke-ilmuannya semata. sejak dini peserta didik di paksa untuk menjadi juara kelas dengan nilai akademis yang tinggi, tetapi tidak dengan akhlaknya. Secara jujur kita katakan bahwa pada dasarnya atau secara teoritis pembangunan iman, akhlak serta moral anak tertera dalam kurikulum tetapi sekali lagi saya katakan itu semua jauh dari kenyataan 
       Sebagai pengajar di pendidikan formal saya mengajak kepada seluruh setiap warga masyarakat agar kita secara bersama-sama dapat membangun akhlak mulia bagi diri sendiri, saudara bahkan orang lain. Tanamkan pada diri kita bahwa kita hidup untuk perjuangan, tidak selal kalah dan tidak selalu menang. maksud penulisan adalah selama ini murid dipaksa untuk selalu pintar dalam hal akademis, dipaksa untuk menjadi juara, sehingga mereka tidak tahu apa itu menghargai, apa itu sopan santun, apa itu kemenangan bahkan kekalahan. jangan salahkan mereka. tanyakan diri kita sebagi seorang pendidik.
       Pada dasarnya ini bukan hal baru dan sudah ada sejak dahulu. Kita ingat sekali ketika Al-Quran diturunkan dan ajaran-ajaran yang disampaikan oleh Baginda Nabi Besar Akhirul Zaman Rasulullah Muhammad SAW. Melalui Al-Quran kita diajarkan bahwa sesungguhnya Al-Quran diturun kan melalui 2 periode. Periode pertama atau 13 tahun pertama Al-Quran di turunkan di kota Madinah hanya untuk membangun, memperbaiki, mengajarkan Akhlak-akhlak yang pada saat itu jauh dari ridho Allah SWT, lalu di periode berikutnya di Makkah baru Al-Quran mengajarkan tetang Syariat-syariat atau hukum-hukumnya.
       sesungguhnya kita diberi contoh langsung atau solusi tepat untuk masalah ini, bahwa sesungguhnyakemampuan akademis harus tetap di imbangi dengan kemampuan Ke-Tuhanan. Kita Bisa merubah mindset bahwa mengedepankan akhlak dengan kemampuan akademis merupakan solusi bagi perkembangan hidup di segala aspek kehidupan

Minggu, 13 Maret 2011

Rumus Sederhana Matematika

UNTUK SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP)
(Rumus-rumus ini tidak ada di dalam buku manapun di Indonesia atawa di
belahan dunia lainnya, kecuali di SMP N 3 Singorojo Kendal)
Dipikir, diotak-atik, dan disusun oleh :
WANDI, S.Pd (087832295009)
SMP N 3 Singorojo Kendal Jawa Tengah, Indonesia
wandirozaq@gmail.com
http://www.wandisukoharjo.wordpress.com
 
5. LUAS SEGITIGA:
    a. L segitiga samasisi dengan sisi=a, iaitu : ¼ a2Ö3
    b. L segitiga sembarang dengan sisi a,b,c, iaitu:
       √s(s - a)(s - b)(s - c) ; dengan s = ½ (a+b+c) = ½ keliling segitiga.

6. Jika diketahui sebuah soal yang berkaitan dengan segitiga siku-siku dan
    diminta mencari panjang salah satu sisi yang belum diketahui, gunakan
    rumus praktis pasangan 3 angka yang disebut Tripel Pythagoras (TP) berikut:
    TP pokok : 3,4,5 5,12,13 7,24.25 8,15,17 20,21,29
    Sedangkan kelipatan dari TP pokok juga merupakan TP, misalkan dikalikan 2
    menjadi: 6,8,10 10,24,26 14,48,50, 16,30,34 40,42,58

Contoh kasus pada masalah Garis singgung lingkaran:

1) Dari sebuah titik di luar lingkaran yang berjarak 13 cm, ditarik garis
     singgung ke lingkaran yang berjari-jari 5 cm. Tentukan panjang garis
     singgung lingkaran tsb!

     Jawaban: pasangan angka dlm soal: 13,5,… pasangannya menurut TP
     adalah 12, jadi panjang garis singgung lingkaran tsb adalah 12 cm.

2) Dua buah lingkaran berjari-jari 8 cm dan 2 cm. Jika jarak kedua pusatnya
    10 cm, tentukan panjang garis singgung persekutuan luarnya!

Jawaban:
GSPL è jari-jarinya dikurangi, yaitu 8 – 2 = 6
Angka satunya 10, menurut TP, maka pasangannya 6,10,8, jadi panjang
garis singgung persekutuan luarnya = 8 cm.

Sementara ini dulu rumus praktis dari saya, semoga ada manfaatnya… Yang
membaca ini dan kurang puas serta mau mencela, mengejek dan memberi
nasehat silakan layangkan ke wandirozaq@gmail.com atawa kunjungi
http://www.wandisukoharjo.wordpress.com, kutunggu komentarnya ya…
Singorojo, 1 Nopember 2008
WANDI, S.Pd
Pengemis ilmu
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Softwar

Selasa, 22 Februari 2011

Menyebar Ilmu Dalam Radius 10m disekeliling kita Saat kita berdiri Di Jalan (Lanjutan....)

Dalam pembahasan lanjutan ini mari kita bersama-sama mengamati keadaan disekitar kita, penulis mengangkat masalah ini karena merasa dunia pendidikan kurang dan sangat jauh dari yang diharapkan. Merujuk pada kata "Pendidikan" diartikan di dalam kamus Bahasa Indonesia bahwa, Pendidikan adalah suatu proses perubahan tata laku seseorang atau kelompok orang sehingga memiliki karakter dan kepribadia. Penulis beranggapan bahwa hal itu jauh dari harapan. Coba kita lihat kondisi dewasa ini. Apa yang orang lakukan/berikan akan sikap Tenggang rasa, menghormati, malu berbuat salah, Contoh Konkret-nya adalah; keadaan di jalan yang jauh dari aturan. Bagaimana para pengendara mengabaikan keselamatannya?, Bagaiman sikap seseorang terhadap orang lain?, Bagaimana Sikap Pelajar terhadap orang lain di jalan?, apakah yang kita lihat dan kita rasakan sudah memenuhi kebutuhan akan sikap menghargai/meghormati? Bagaimana kepribadian dan karakter seseorang terhadap anda?. hal tersebut Secara Explicit sudah HARUS ditanamkan dalam proses pendidikan. TAPI APAKAH GURU SUDAH MELAKUKAN ITU??. melakukan pengajaran akan sikap,prilaku.. hemat saya sebahagian besar pendidik hanya mengejar bagaimana anak didik LULUS tes ujian Nasional, tanpa memikirkan apa yang akan mereka perbuat di lingkungannya.... menurut Penulis Hal seperti ini bukan sekedar harus menjadi mata pelajaran tapi juga harus di tanamkan pada diri masing-masing. penulis tidak mengajarkan siapapun. hanya mengingatkan, bahwa dampaknya akan merusak. bukan tidak mungkin jika negara ini akan mengalami krisis kepercayaan, akan menjalankan Demokrasi bebas tanpa aturan, mencari peluang yang menguntungkan pribadi (MENIPU). terlalu muluk memang. tapi lihat KONFLIK HORIZONTAL(antar agama/suku/adat) yang sudah terjadi, coba lihat Para elit politik yang berteriak keras agar dilirik pada pemilu 2014 dengan salaing mengangkat masalah dengan saling membenarkan diri masing-masing, Coba lihatlah di sekeliling kita, tanda-tanda itu sudah jelas terliahat. PERHATIAKANLAH APA YANG SUDAH DAN AKAN TERJADI?

Minggu, 13 Februari 2011

Menyebar Ilmu Dalam Radius 10m disekeliling kita Saat kita berdiri Di Jalan

Sebagai pendidik, saya merasa berkempentingan mengajarkan diri saya sendiri untuk bagaimana mendidik orang disekitar saya. kata "disekitar" bukan di tunjukan untuk orang terdekat yang kita kenal saja.tetapi untuk orang yang bahkan saya sendiri belum mengenalnya...
hemat saya bila kita terus memperbaikidiri kita. maka itu akan nampak dalam pribadi kita , akan nampak pada pola gerak kita, akan nampak pada berbicara kita, akan nampak pada pakaian dan hal sederhana lainnya..
sebagai contoh : bila kita sering berdoa dan menyebut nama Tuhan kita (ALLAH; hal ini intensitas kita dalam beribadah) maka, bila kita terkejut, kaget, heran, bangga, senang dan lain-lain akan sesuatu yang terjadi di jalan atau dimanapun anda berada. maka apa yang kita ekspresikan otomatis akan mewakili bagaimana kepribadian kita.. Bila kita berekspresi dengan menyebut "ALLAH"/"ASTAGFIRULLAH" dll.  berharap orang disekeliling kita akan sadar bahwa apa yang sedang terjadi atas kehendak ALLAH, Tuhan Yang Maha Esa. saya beranggapan itu adalah pendidikan bagi diri kita dan orang lain... saya akan sampaikan beberapa contoh "MENYEBAR ILMU DALAM RADIUS 10M DI SEKELILING KITA SAAT KITA BERDIRI DI JALAN" secara teoritis dan logis untuk di implementasikan dalam kegiatan kita di jalan dan memiliki nilai pendidikan tinggi buat diri kita dan orang lain..